Tierraverde – Kota Banda Aceh tidak hanya dikenal dengan wisata sejarah tsunami dan kemegahan Masjid Raya Baiturrahman. Di sisi barat kota ini, terdapat sebuah kawasan pesisir yang menjadi saksi bisu sejarah sekaligus pusat rekreasi warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Pantai Ulee Lheue adalah permata di ujung Sumatera yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam, wisata kuliner, dan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota besar.
Memasuki tahun 2026, Pantai Ulee Lheue telah bersolek dengan berbagai fasilitas baru yang membuatnya semakin ramah bagi pelancong. Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif bagi Anda yang ingin menjelajahi pesona Pantai Ulee Lheue, mulai dari titik swafoto terbaik hingga rahasia menikmati matahari terbenam (sunset) paling ikonik di Aceh.
Sejarah dan Transformasi Pantai Ulee Lheue, Dari Luka Menjadi Cahaya

Sebelum kita membahas keindahannya, penting untuk memahami nilai historis dari kawasan ini. Pantai Ulee Lheue dulunya adalah pelabuhan utama kerajaan Aceh dan pusat perdagangan internasional. Namun, pada 26 Desember 2004, kawasan ini menjadi salah satu titik yang paling parah kerusakannya akibat musibah gempa dan tsunami. Hampir seluruh bangunan rata dengan tanah, menyisakan Masjid Baiturrahim sebagai satu-satunya bangunan yang tetap berdiri kokoh.
Kini, Ulee Lheue telah bangkit sepenuhnya. Transformasi kawasan ini sangat luar biasa. Pemerintah daerah bersama masyarakat telah membangun kembali area pesisir ini dengan tanggul raksasa yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga sebagai jalur pedestrian yang luas bagi pejalan kaki. Berjalan di sepanjang garis pantai Ulee Lheue sekarang memberikan sensasi kemenangan atas bencana, di mana kehidupan kembali berdenyut kencang dengan tawa anak-anak dan aroma kopi yang semerbak.
Aktivitas Seru: Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Ulee Lheue?
Banyak wisatawan mengira bahwa mengunjungi pantai hanya soal duduk di atas pasir. Di Ulee Lheue, pengalamannya jauh lebih beragam. Karakteristik pantainya yang tenang karena dilindungi oleh pemecah ombak membuatnya sangat aman untuk berbagai aktivitas keluarga.
-
Memancing di Sepanjang Tanggul: Ulee Lheue adalah surga bagi para pemancing lokal. Anda akan melihat deretan warga yang dengan sabar menanti kailnya disambar ikan. Jika Anda hobi memancing, bergabunglah dengan mereka di atas batu pemecah ombak.
-
Wahana Bebek Air dan Perahu Dayung: Di sore hari, area perairan yang tenang dipenuhi oleh wahana bebek air berwarna-warni. Ini adalah aktivitas favorit bagi pasangan dan keluarga yang membawa anak kecil.
-
Wisata Kuliner Khas Aceh: Sepanjang jalan menuju pelabuhan, Anda akan menemukan deretan pedagang yang menjajakan jagung bakar, sate matang, dan tentu saja, Kopi Sanger. Menikmati jagung bakar sambil menghirup udara laut adalah pengalaman wajib di sini.
-
Jogging dan Bersepeda: Dengan jalur pedestrian yang sudah tertata rapi dan luas, Ulee Lheue menjadi lokasi favorit warga Banda Aceh untuk berolahraga di pagi dan sore hari sambil menikmati pemandangan Pulau Weh (Sabang) dari kejauhan.
Memburu Sunset: Mengapa Ulee Lheue Begitu Istimewa?
Jika ditanya kapan waktu terbaik mengunjungi Pantai Ulee Lheue, jawabannya adalah pukul 17.30 WIB. Pantai ini menghadap langsung ke arah barat, memberikan sudut pandang tanpa penghalang bagi matahari yang perlahan tenggelam ke cakrawala laut Andaman.
Apa yang membuat sunset di sini berbeda adalah gradasi warnanya. Karena letak geografisnya di ujung utara Sumatera, langit Ulee Lheue seringkali menghasilkan warna ungu kemerahan yang sangat pekat. Pantulan cahaya matahari di atas permukaan air yang tenang menciptakan efek cermin yang sempurna untuk fotografi. Banyak fotografer profesional sengaja datang ke sini untuk mengabadikan siluet kapal penyeberangan yang melintas menuju Sabang dengan latar belakang langit yang membara.
Menjelajahi Kuliner, Dari Jagung Bakar hingga Kopi Khop

Kunjungan ke Ulee Lheue tidak akan lengkap tanpa memanjakan lidah. Kawasan ini telah berkembang menjadi pusat wisata kuliner malam yang sangat populer. Salah satu yang paling dicari adalah Kopi Khop—kopi khas Meulaboh yang disajikan dengan gelas terbalik di atas piring kecil, di mana Anda meminumnya menggunakan sedotan.
Selain itu, jangan lewatkan Pulut Bakar. Ketan panggang yang gurih ini sangat cocok disantap bersama kopi di sore hari. Bagi Anda yang lapar berat, banyak warung di sekitar pantai yang menyediakan Mie Aceh dengan bumbu rempah yang sangat kuat, disajikan dengan kepiting atau udang segar hasil tangkapan nelayan setempat. Harga kuliner di sini tergolong sangat terjangkau, menjadikannya destinasi yang ramah di kantong bagi semua kalangan.
Akses dan Fasilitas Pendukung Wisata
Pantai Ulee Lheue terletak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. Aksesnya sangat mudah dan bisa ditempuh dalam waktu 10-15 menit menggunakan kendaraan pribadi, ojek online, atau transportasi umum lokal yang dikenal dengan nama Labi-Labi.
Fasilitas yang tersedia di tahun 2026 sudah sangat lengkap:
-
Area Parkir Luas: Terdapat kantong-kantong parkir yang terorganisir sehingga tidak menimbulkan kemacetan di jalan utama.
-
Masjid Baiturrahim: Terletak tepat di bibir pantai, masjid bersejarah ini tidak hanya tempat ibadah tetapi juga destinasi wisata religi.
-
Toilet Umum dan Mushola: Tersedia di beberapa titik di sepanjang jalur pedestrian.
-
Penginapan: Di sekitar kawasan Ulee Lheue mulai bermunculan guest house dan hotel butik yang menawarkan pemandangan langsung ke laut.
Pelabuhan Ulee Lheue, Pintu Gerbang Menuju Sabang

Pantai ini juga bertetangga langsung dengan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Indonesia. Pelabuhan ini adalah urat nadi utama bagi wisatawan yang ingin menyeberang ke Pulau Weh (Sabang). Ada dua jenis kapal yang beroperasi setiap hari: kapal cepat (ekspres) yang memakan waktu sekitar 45 menit, dan kapal lambat (feri) yang memakan waktu sekitar 2 jam.
Banyak wisatawan yang sengaja datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan kapal untuk sekadar sarapan atau menikmati udara pagi di Pantai Ulee Lheue. Jika Anda berencana ke Sabang, pastikan Anda memesan tiket secara daring (online) untuk menghindari antrean panjang, terutama saat musim libur nasional atau akhir pekan.
Tips Bijak Berwisata di Pantai Ulee Lheue
Aceh merupakan daerah yang menerapkan Syariat Islam, oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan Anda nyaman dan menghormati kearifan lokal:
-
Pakaian Sopan: Disarankan menggunakan pakaian yang menutup aurat (pakaian sopan) demi kenyamanan bersama.
-
Jam Operasional: Saat waktu shalat Maghrib tiba, aktivitas perdagangan biasanya berhenti sejenak untuk menghormati waktu ibadah.
-
Jaga Kebersihan: Area Ulee Lheue adalah area bebas sampah plastik. Pastikan Anda membuang sampah pada tempat yang telah disediakan untuk menjaga keasrian lingkungan pantai.
-
Waspada Angin Kencang: Pada musim-musim tertentu (seperti angin barat), hembusan angin di pinggir pantai bisa sangat kencang. Pastikan Anda membawa jaket tipis jika berencana nongkrong hingga malam hari.
Keindahan yang Memulihkan Jiwa
Pantai Ulee Lheue bukan sekadar garis pantai dengan air laut. Ia adalah simbol ketabahan masyarakat Aceh, tempat di mana sejarah masa lalu bersatu dengan harapan masa depan. Keindahan sunset-nya yang dramatis, keramahan warganya, serta kekayaan kulinernya menjadikan Ulee Lheue sebagai destinasi wajib bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Bumi Serambi Mekkah.
Apakah Anda sedang mencari tempat untuk merenung, berolahraga, atau sekadar menikmati sore yang santai bersama orang terkasih, Pantai Ulee Lheue siap menyambut Anda dengan pelukan hangat angin lautnya. Jangan lupa siapkan kamera Anda, karena setiap sudut di sini memiliki cerita yang layak untuk diabadikan.

