Tierraverde – Kamboja adalah negeri yang menyimpan sejuta misteri di balik reruntuhan batu kunonya. Di antara ribuan kuil yang tersebar di kompleks arkeologi Angkor yang luas, ada satu tempat yang seolah-olah menghentikan waktu dan membiarkan alam mengambil alih kekuasaan sepenuhnya. Tempat itu adalah Ta Prohm.
Dikenal luas oleh dunia internasional sebagai “Candi Tomb Raider” setelah menjadi lokasi syuting film legendaris yang dibintangi Angelina Jolie, Ta Prohm menawarkan pemandangan yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Di sini, akar-akar pohon raksasa melilit bangunan batu bak tentakel monster purba, menciptakan perpaduan dramatis antara karya tangan manusia dan kekuatan alam yang tak terbendung. Artikel ini akan mengajak Anda menyelami lebih dalam pesona Ta Prohm, sejarahnya, hingga tips bagi Anda yang ingin mengunjunginya.
Sejarah Singkat Ta Prohm, Monumen untuk Sang Ibu

Ta Prohm dibangun pada akhir abad ke-12 hingga awal abad ke-13 oleh Raja Jayavarman VII, salah satu penguasa paling perkasa di kekaisaran Khmer. Berbeda dengan Angkor Wat yang dibangun sebagai kuil pemujaan dewa, Ta Prohm didirikan sebagai biara Buddha Mahayana dan universitas.
Raja Jayavarman VII mendedikasikan candi ini untuk ibundanya. Prasasti yang ditemukan di lokasi mencatat bahwa candi ini dulunya adalah tempat yang sangat makmur. Bayangkan saja, pada masa kejayaannya, Ta Prohm menaungi lebih dari 12.000 orang, termasuk 18 pendeta tinggi dan ribuan penari serta juru tulis. Kekayaan candi ini pun konon sangat luar biasa, mencakup timbunan emas, perak, dan permata berharga. Namun, setelah jatuhnya kekaisaran Khmer pada abad ke-15, candi ini ditinggalkan dan dibiarkan terbengkalai selama ratusan tahun hingga hutan rimba “menelannya”.
Mengapa Ta Prohm Berbeda? Konsep Restorasi yang Unik
Saat penjelajah Prancis mulai menemukan kembali kompleks Angkor pada abad ke-19, sebagian besar candi direstorasi dengan cara membersihkan vegetasi dan menyusun kembali batu-batunya. Namun, bagi Ta Prohm, para arkeolog dari École française d’Extrême-Orient mengambil keputusan yang sangat berani dan puitis.
Mereka memutuskan untuk membiarkan Ta Prohm tetap dalam kondisi “aslinya”—sebagaimana saat pertama kali ditemukan. Artinya, pohon-pohon besar yang sudah telanjur tumbuh di atas atap dan dinding candi tidak ditebang secara brutal. Keputusan ini diambil untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana kekuatan alam dapat mengklaim kembali apa yang pernah dibangun manusia. Hasilnya adalah sebuah mahakarya visual yang fotogenik, di mana batas antara struktur arsitektur dan organisme hidup menjadi kabur.
Menjelajahi Lorong-Lorong Labirin yang Misterius
Memasuki Ta Prohm memberikan sensasi seperti menjadi seorang penjelajah abad pertengahan. Tata letak candi ini terdiri dari serangkaian dinding penutup yang konsentris dan lorong-lorong sempit yang saling terhubung.
Karena banyak bagian atap yang sudah runtuh, cahaya matahari masuk melalui celah-celah dedaunan besar, menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang menambah suasana magis. Di sepanjang dinding, Anda masih bisa melihat relief para Apsara (penari surgawi) dan tokoh-tokoh mitologi Buddha yang tampak mengintip dari balik lumut hijau dan akar gantung. Keheningan di dalam area ini, yang sesekali hanya dipecah oleh suara burung hutan, memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap pengunjung.
Fenomena Akar Pohon, Tetakel Raksasa dari Langit

Fitur paling ikonik dari Wisata Ta Prohm Kamboja tentu saja adalah pohon-pohon raksasa yang mendominasi pemandangan. Ada dua jenis pohon utama yang menghuni candi ini: Pohon Sutra-Kapas (Ceiba pentandra) yang memiliki akar berwarna perak dan lebar, serta Pohon Pencekik (Ficus) yang akarnya lebih kecil namun berjumlah banyak dan melilit erat bangunan.
Pemandangan paling terkenal adalah di bagian halaman tengah, di mana sebuah pohon raksasa tumbuh tepat di atas sebuah gerbang, akarnya turun menyentuh tanah seperti air terjun batu yang membeku. Di sinilah Angelina Jolie pernah berdiri dalam film Lara Croft: Tomb Raider tahun 2001. Akar-akar ini memiliki peran ganda; di satu sisi mereka menghancurkan struktur batu dengan tekanannya, namun di sisi lain, akar-akar tersebut sekarang menjadi penopang yang mencegah bangunan di bawahnya runtuh total.
Misteri “Relief Dinosaurus” yang Kontroversial
Salah satu hal paling unik dan sering menjadi bahan perdebatan di Ta Prohm adalah sebuah relief kecil yang terletak di sudut dinding luar. Relief ini tampak menggambarkan seekor hewan yang sangat mirip dengan Stegosaurus, lengkap dengan pelat-pelat di punggungnya.
Hal ini memicu banyak teori konspirasi, mulai dari anggapan bahwa bangsa Khmer pernah melihat dinosaurus yang masih hidup, hingga teori bahwa itu hanyalah penggambaran badak atau babi hutan dengan latar belakang tumbuhan tropis. Hingga saat ini, belum ada jawaban pasti secara ilmiah, namun relief ini tetap menjadi salah satu “spot wajib” bagi turis yang penasaran untuk membuktikannya sendiri.
Tips Mengunjungi Ta Prohm: Hindari Keramaian
Sebagai salah satu candi paling populer di Siem Reap, Ta Prohm bisa menjadi sangat sesak, terutama pada jam-jam sibuk (jam 9 pagi hingga jam 2 siang). Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, berikut adalah beberapa tips:
-
Datang Lebih Awal: Masuklah ke kompleks Angkor segera setelah gerbang dibuka (biasanya jam 7.30 pagi untuk Ta Prohm). Menikmati candi ini saat suasana masih sepi dan berkabut adalah pengalaman yang tiada duanya.
-
Waktu Fotografi: Cahaya terbaik untuk memotret akar pohon adalah di pagi hari atau sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik (golden hour).
-
Gunakan Sepatu yang Nyaman: Lantai candi tidak rata, banyak tumpukan batu dan akar yang menonjol. Sepatu olahraga atau sandal gunung sangat disarankan.
-
Pemandu Lokal: Sangat disarankan untuk menyewa pemandu berlisensi agar Anda tidak melewatkan detail-detail sejarah dan lokasi relief tersembunyi seperti relief dinosaurus tersebut.
Melestarikan Keajaiban Dunia: Upaya Konservasi Modern
Meskipun terlihat dibiarkan alami, Ta Prohm sebenarnya berada di bawah pengawasan ketat tim arkeologi dari India dan Kamboja (Archaeological Survey of India). Upaya konservasi di sini sangat rumit. Tim harus memastikan bahwa pohon-pohon tersebut tetap sehat agar akarnya tidak mati dan membusuk, karena jika pohon itu mati, bangunan yang dililitnya kemungkinan besar akan ikut runtuh.
Pemasangan penyangga kayu dan baja dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak nilai estetika candi. Selain itu, jalur kayu (wooden boardwalk) telah dipasang di area-area sensitif untuk mencegah jutaan kaki wisatawan menginjak dan merusak akar pohon serta lantai batu kuno.
Lokasi dan Cara Menuju Ke Sana

Ta Prohm terletak di dalam Kompleks Arkeologi Angkor, sekitar 12 kilometer dari pusat kota Siem Reap. Candi ini berada di rute Small Circuit yang biasanya mencakup Angkor Wat dan Angkor Thom.
Cara paling umum untuk sampai ke sini adalah dengan menyewa Tuk-tuk untuk seharian penuh. Harganya berkisar antara $15 hingga $25 USD tergantung kesepakatan. Jika Anda merasa lebih petualang, menyewa sepeda listrik juga merupakan cara yang sangat menyenangkan untuk menikmati jalanan hutan yang teduh menuju Ta Prohm.
Etika Berkunjung di Lahan Suci
Ingatlah bahwa meskipun populer karena film, Ta Prohm tetap merupakan tempat suci bagi Masyarakat Kamboja. Pengunjung diharapkan untuk:
-
Berpakaian Sopan: Bahu dan lutut harus tertutup. Gunakan kaus yang menutup bahu dan celana panjang atau rok panjang.
-
Jangan Menyentuh Relief: Minyak dari kulit manusia dapat mempercepat pelapukan batu pasir kuno.
-
Jangan Memanjat Akar: Meskipun terlihat kuat, beberapa bagian sangat rapuh dan berbahaya bagi keamanan Anda maupun kelestarian candi.
Perjalanan yang Mengubah Sudut Pandang
Mengunjungi Ta Prohm bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Ini adalah pengingat visual yang kuat tentang kefanaan manusia dan keabadian alam. Berdiri di hadapan pohon-pohon raksasa yang tumbuh di atas peradaban yang hilang akan membuat Anda merasa kecil namun terinspirasi.
Ta Prohm adalah bukti bahwa keindahan tidak harus selalu rapi dan simetris; terkadang, kekacauan alam yang artistik justru menciptakan pesona yang paling membekas di hati. Jika Anda merencanakan perjalanan ke Kamboja, pastikan Ta Prohm berada di urutan teratas daftar kunjungan Anda. Rasakan sendiri magisnya “Candi Tomb Raider” ini sebelum waktu terus mengikis keberadaannya.

