Gunung Mulu National Park
Gunung Mulu National Park

Pesona Magis Gunung Mulu National Park, Warisan Dunia UNESCO yang Wajib Dikunjungi sekali Seumur Hidup

Tierraverde – Di jantung Pulau Kalimantan, tepatnya di negara bagian Sarawak, Malaysia, terbentang sebuah keajaiban alam yang seolah berasal dari planet lain. Gunung Mulu National Park bukan sekadar taman nasional biasa; ia adalah sebuah monumen megah yang memamerkan kekuatan alam selama jutaan tahun. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang diakui sejak tahun 2000, Mulu menawarkan kombinasi antara hutan hujan tropis yang rimbun, puncak-puncak batu kapur yang tajam, dan sistem gua bawah tanah terbesar di dunia.

Bagi para petualang sejati, mengunjungi Mulu adalah sebuah ziarah alam yang wajib dilakukan setidaknya sekali seumur hidup. Artikel ini akan membawa Anda menjelajahi pesona magis Gunung Mulu National Park, dari kedalaman guanya yang misterius hingga puncak “Pinnacles” yang melegenda.

Mengapa Gunung Mulu National Park Begitu Istimewa di Mata Dunia?

Mengapa Gunung Mulu National Park Begitu Istimewa di Mata Dunia
Mengapa Gunung Mulu National Park Begitu Istimewa di Mata Dunia

Gunung Mulu National Park diakui oleh UNESCO karena memenuhi empat kriteria luar biasa, mulai dari fenomena alam yang luar biasa hingga keanekaragaman hayati yang tak tertandingi. Luas kawasannya mencapai sekitar 52.864 hektar, didominasi oleh Gunung Mulu National Park, sebuah puncak batu pasir setinggi 2.376 meter.

Namun, daya tarik utamanya bukanlah pada ketinggian gunungnya, melainkan pada karst batu kapur yang meliputinya. Di sini, Anda akan menemukan struktur geologi yang sangat kompleks. Gunung Mulu National Park adalah rumah bagi sistem gua yang sangat luas, yang jika dihubungkan secara total, panjangnya mencapai ratusan kilometer. Keunikan inilah yang membuat para ilmuwan dan penjelajah dari seluruh dunia menjadikannya sebagai laboratorium alam yang tak ada habisnya untuk dipelajari.

Menjelajahi Empat Gua “Show Caves” yang Megah

Pemerintah Sarawak telah mempermudah akses bagi wisatawan dengan menyediakan jalur kayu (boardwalk) yang nyaman untuk menuju empat gua utama, yang sering disebut sebagai Show Caves. Setiap gua memiliki karakter dan “jiwa” yang berbeda.

Deer Cave: Rumah bagi Jutaan Kelelawar

Deer Cave atau Gua Rusa adalah salah satu gua terbesar di dunia. Ukuran lubang masuknya begitu masif—cukup besar untuk menampung lima Katedral Saint Paul di London. Di dalam gua ini, Anda akan melihat profil batu yang secara alami menyerupai wajah Abraham Lincoln. Yang paling ikonik dari gua ini adalah fenomena Bat Exodus setiap sore hari, di mana jutaan kelelawar keluar dari gua secara bersamaan membentuk formasi awan hitam di langit untuk mencari makan.

Lang Cave: Galeri Seni Alam

Berada tepat di sebelah Deer Cave, Lang Cave berukuran lebih kecil namun jauh lebih indah dalam hal detail. Gua ini penuh dengan stalaktit dan stalagmit yang sangat detail. Pencahayaan di dalam gua sengaja diatur untuk memperlihatkan keindahan formasi batuan yang tampak seperti tirai kristal yang membeku.

Clearwater Cave: Keajaiban Sungai Bawah Tanah

Untuk mencapai gua ini, Anda harus menaiki perahu tradisional menyusuri sungai. Clearwater Cave merupakan bagian dari sistem gua terpanjang di Asia Tenggara. Di dalamnya, terdapat sungai bawah tanah yang jernih dan segar. Pemandangan di pintu masuk gua, dengan tanaman paku-pakuan yang tumbuh subur karena cahaya matahari yang masuk, sangatlah fotogenik.

Wind Cave: Angin Sejuk dari Perut Bumi

Sesuai namanya, Anda akan merasakan embusan angin sejuk saat memasuki lorong-lorong gua ini. Wind Cave terkenal dengan “King’s Room”, sebuah ruangan besar yang dipenuhi oleh tiang-tiang stalaktit yang menyambung dengan stalagmit, menciptakan pemandangan layaknya istana kerajaan bawah tanah.

Menaklukkan The Pinnacles, Menatap “Pedang” Batu Raksasa

Menaklukkan The Pinnacles, Menatap PedangBatu Raksasa
Menaklukkan The Pinnacles, Menatap PedangBatu Raksasa

Jika gua adalah keajaiban di bawah tanah, maka The Pinnacles adalah mahkota di atas permukaan. Terletak di lereng Gunung Api, The Pinnacles adalah formasi batu kapur berbentuk tajam dan runcing seperti silet yang menjulang setinggi 45-50 meter di tengah rimbunnya hutan.

Mencapai tempat ini bukanlah perkara mudah. Ini adalah salah satu pendakian paling menantang secara fisik di Asia Tenggara. Anda harus melakukan pendakian selama 3 hari 2 malam, melewati jalur yang sangat terjal, menaiki tangga besi vertikal, dan menghadapi kelembapan hutan yang tinggi. Namun, saat Anda mencapai titik pandang (viewpoint) dan melihat jajaran batu runcing berwarna abu-abu keputihan menyembul dari balik kabut hijau, segala rasa lelah akan terbayar lunas. Ini adalah pemandangan yang akan tersimpan selamanya dalam memori Anda.

Keanekaragaman Hayati: Surga bagi Pencinta Flora dan Fauna

Gunung Mulu National Park Malaysia adalah rumah bagi ekosistem yang sangat kaya. Di sini terdapat delapan jenis burung Enggang (Hornbill) yang berbeda, yang merupakan simbol negara bagian Sarawak. Saat berjalan di atas boardwalk, jangan kaget jika Anda melihat serangga berukuran raksasa, katak pohon berwarna cerah, atau berbagai jenis anggrek hutan yang langka.

Selain itu, Gunung Mulu National Park memiliki Mulu Canopy Skywalk, jalur titian gantung di antara pepohonan hutan hujan yang merupakan salah satu yang terpanjang di dunia. Berjalan di ketinggian 20 meter di atas permukaan tanah memberikan sudut pandang unik untuk melihat kehidupan liar di tajuk pohon yang biasanya tidak terlihat dari bawah.

Tips Penting Sebelum Mengunjungi Gunung Mulu National Park

Karena lokasinya yang terpencil, perjalanan ke Gunung Mulu National Park membutuhkan perencanaan yang matang. Berikut beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:

  • Akses Transportasi: Cara termudah dan tercepat menuju Mulu adalah dengan pesawat terbang kecil (MASwings) dari kota Miri, Kuching, atau Kota Kinabalu. Tidak ada jalur darat yang memadai menuju kawasan ini.

  • Pemesanan Akomodasi: Akomodasi di dalam taman nasional terbatas, mulai dari asrama hingga bungalow pribadi. Pastikan memesan jauh-jauh hari, terutama jika Anda berencana melakukan pendakian ke The Pinnacles.

  • Pakaian dan Perlengkapan: Bawalah sepatu hiking dengan cengkeraman yang kuat karena lantai gua dan jalur hutan seringkali licin. Jangan lupa membawa senter kepala (headlamp) berkualitas tinggi dan obat nyamuk.

  • Jasa Pemandu: Untuk alasan keamanan dan pelestarian, sebagian besar gua dan jalur pendakian di Gunung Mulu National Park wajib didampingi oleh pemandu resmi dari taman nasional.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Meskipun Gunung Mulu National Park adalah hutan hujan tropis yang bisa turun hujan kapan saja, waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara bulan Juli hingga September. Pada bulan-bulan ini, curah hujan biasanya lebih rendah, sehingga risiko pembatalan tur gua akibat banjir sungai bawah tanah atau pembatalan penerbangan akibat cuaca buruk dapat diminimalisir.

Bulan-bulan ini juga merupakan waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena kelelawar keluar dari gua (Bat Exodus) karena langit cenderung cerah dan kelelawar lebih aktif mencari makan.

Kesimpulan

Gunung Mulu National Park Malaysia adalah bukti nyata betapa megah dan sabarnya alam bekerja. Dari tetesan air yang membentuk kristal di kegelapan gua selama ribuan tahun, hingga angin dan hujan yang memahat batu kapur menjadi pedang-pedang tajam di angkasa, setiap jengkal Gunung Mulu National Park adalah karya seni.

Mengunjungi Mulu bukan hanya soal berwisata, tapi soal merenungi posisi manusia di hadapan alam yang purba. Pengalaman berdiri di tengah Deer Cave yang sunyi atau menatap The Pinnacles yang mistis akan memberikan perspektif baru dalam hidup Anda. Jika Anda memiliki daftar keinginan (bucket list) destinasi alam, Gunung Mulu National Park harus berada di urutan teratas.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *