Tierraverde – Brunei Darussalam, sebuah negara kecil yang terletak di pesisir utara Pulau Kalimantan, sering kali dijuluki sebagai “Negara Petrodolar” karena kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah. Namun, di balik ketenangan kota Bandar Seri Begawan, berdiri sebuah mahakarya arsitektur yang tidak hanya menjadi simbol kedaulatan negara, tetapi juga pemegang rekor dunia sebagai tempat tinggal kepala negara terbesar di dunia. Bangunan megah tersebut adalah Istana Nurul Iman.
Diterjemahkan secara harfiah sebagai “Istana Cahaya Iman”, bangunan ini merupakan kediaman resmi Sultan Brunei ke-29, Sultan Hassanal Bolkiah, beserta keluarganya. Lebih dari sekadar rumah, istana ini adalah pusat pemerintahan, simbol monarki Islam tertua di Asia Tenggara, dan bukti nyata kemakmuran kesultanan. Mari kita menelusuri lebih dalam setiap sudut kemegahan istana yang ukurannya melampaui Istana Buckingham di Inggris maupun Istana Versailles di Prancis.
Sejarah dan Filosofi di Balik Pembangunan Istana Nurul Iman

Pembangunan Istana Nurul Iman dimulai pada tahun 1981, sebuah periode krusial sebelum Brunei Darussalam meraih kemerdekaan penuh dari Inggris pada tahun 1984. Proyek raksasa ini selesai tepat waktu untuk merayakan kedaulatan baru negara tersebut. Sultan Hassanal Bolkiah menginginkan sebuah istana yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas bangsa yang memegang teguh konsep Melayu Islam Beraja (MIB).
Nama “Nurul Iman” diambil dari bahasa Arab yang berarti “Cahaya Iman”. Nama ini dipilih untuk menegaskan bahwa kepemimpinan di Brunei dijalankan dengan landasan spiritualitas Islam yang kuat. Pembangunannya memakan biaya yang diperkirakan mencapai $1,4$ miliar USD pada tahun 1980-an, sebuah angka yang fantastis yang mencerminkan status Brunei sebagai salah satu negara terkaya di dunia pada masa itu.
Arsitektur: Perpaduan Gaya Modernis dan Tradisi Melayu
Kemegahan Istana Nurul Iman merupakan hasil kolaborasi dari tangan-tangan dingin arsitek kelas dunia. Eksterior bangunan dirancang oleh arsitek asal Filipina, Leandro Locsin. Locsin menggunakan pendekatan modernis dengan penggunaan garis-garis yang tegas, namun tetap memasukkan unsur tradisional Melayu. Hal ini terlihat paling jelas pada struktur atap yang melengkung dramatis, menyerupai bentuk atap rumah adat Melayu atau kubah masjid yang megah.
Sementara itu, interiornya dirancang oleh Khuan Chew, desainer ternama yang juga merancang hotel Burj Al Arab di Dubai. Di dalam istana, kemewahan mencapai puncaknya. Penggunaan emas murni, marmer Italia yang diimpor khusus, dan kayu tropis kualitas terbaik dari hutan Kalimantan menciptakan suasana yang luar biasa elegan.
Salah satu fitur ikonik yang bisa dilihat oleh publik dari kejauhan adalah kubah emasnya. Kubah ini dilapisi emas murni 22 karat yang berkilau di bawah terik matahari khatulistiwa. Pada malam hari, sistem pencahayaan canggih membuat istana ini tampak seperti permata yang terapung di pinggiran Sungai Brunei.
Statistik Luar Biasa, Membedah Rekor Istana Terbesar di Dunia

Untuk memahami betapa masifnya kompleks ini, kita harus melihat angka-angka yang tercatat dalam Guinness World Records. Dengan luas lantai mencapai 200.000 meter persegi, Istana Nurul Iman Brunei Darussalam memegang gelar sebagai hunian tunggal terbesar di dunia. Berikut adalah rincian fasilitas fantastis yang ada di dalamnya:
-
1.788 Kamar: Termasuk suite mewah bagi keluarga kerajaan dan kamar bagi tamu-tamu negara.
-
257 Kamar Mandi: Sebagian besar dilengkapi dengan keran emas dan dinding marmer kualitas terbaik.
-
Aula Perjamuan: Sebuah ruangan megah yang mampu menampung hingga 5.000 tamu sekaligus.
-
Masjid Pribadi: Mampu menampung 1.500 jemaah untuk ibadah harian keluarga kerajaan dan staf.
-
Garasi Raksasa: Mengingat Sultan adalah kolektor mobil legendaris, istana ini memiliki garasi bawah tanah yang mampu menampung sekitar 7.000 mobil mewah, termasuk koleksi eksklusif Rolls-Royce, Ferrari, dan Bentley.
-
Kandang Kuda Ber-AC: Karena Sultan sangat menyukai olahraga polo, ia membangun kandang mewah yang dilengkapi pendingin udara untuk 200 kuda poni polo kesayangannya.
-
Lima Kolam Renang: Tersebar di area kompleks yang asri.
Pusat Pemerintahan dan Diplomasi Internasional
Meskipun merupakan rumah tinggal, Istana Nurul Iman menjalankan fungsi krusial sebagai jantung birokrasi Brunei. Di sinilah kantor resmi Sultan berada, di mana ia menjalankan tugasnya sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.
Istana ini menjadi saksi bisu berbagai pertemuan diplomatik tingkat tinggi. Pemimpin-pemimpin dunia, mulai dari Presiden Amerika Serikat hingga para pemimpin negara-negara ASEAN, sering diterima di ruang audiensi yang dihiasi dengan permadani sutra dan karya seni tak ternilai harganya. Aula utama sering digunakan untuk upacara pelantikan pejabat tinggi negara dan penganugerahan gelar kebangsawanan. Keberadaan istana ini mempertegas posisi Brunei sebagai pemain penting di kawasan meskipun secara geografis ukurannya kecil.
Tradisi Hari Raya: Saat Pintu Istana Terbuka untuk Rakyat
Salah satu aspek yang paling menarik dari Istana Nurul Iman adalah keterbukaan monarki terhadap rakyatnya di waktu-waktu tertentu. Di luar acara resmi, istana dijaga sangat ketat oleh pasukan khusus. Namun, tradisi tahunan menetapkan bahwa selama perayaan Hari Raya Idul Fitri, istana akan dibuka untuk umum.
Selama tiga hari berturut-turut, ribuan warga lokal maupun wisatawan mancanegara diperbolehkan masuk ke dalam area istana. Pengalaman ini meliputi:
-
Sajian Makanan Mewah: Pengunjung diberikan hidangan prasmanan secara gratis dengan menu yang sangat beragam.
-
Bersalaman dengan Sultan: Rakyat laki-laki dapat bersalaman langsung dengan Sultan dan para pangeran, sementara pengunjung wanita dapat bertemu dengan Ratu dan para putri.
-
Bingkisan dan Kartu: Setiap pengunjung biasanya mendapatkan kartu ucapan resmi dan bingkisan kecil, sementara anak-anak sering kali menerima “duit raya” atau uang saku dari pihak Istana Nurul Iman.
Tradisi ini menciptakan ikatan emosional yang kuat antara rakyat Brunei dan pemimpin mereka, sekaligus menjadi kesempatan langka bagi publik untuk melihat langsung interior istana yang biasanya tertutup rapat.
Teknologi dan Perawatan Istana di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Istana Nurul Iman terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa menghilangkan nilai historisnya. Manajemen istana telah menerapkan sistem energi terbarukan di beberapa titik kompleks untuk mendukung kebutuhan listrik yang sangat besar. Sistem keamanan siber dan fisik telah diperbarui ke standar terkini guna melindungi keamanan keluarga kerajaan.
Taman-taman tropis yang mengelilingi istana dikelola dengan prinsip keberlanjutan. Ratusan pekerja taman memastikan vegetasi tetap hijau dan segar, menciptakan mikroklimat yang sejuk di tengah cuaca panas Brunei. Pembersihan kubah emas juga dilakukan secara rutin menggunakan peralatan khusus untuk menjaga kilau emas murninya tetap sempurna bagi siapa pun yang memandangnya dari kejauhan.
Warisan Abadi Sang Cahaya Iman
Istana Nurul Iman bukan sekadar bangunan megah yang memecahkan rekor dunia. Ia adalah representasi dari sejarah, budaya, dan kejayaan Brunei Darussalam. Melalui perpaduan antara kemewahan material dan nilai-nilai spiritual, istana ini berdiri sebagai monumen yang melambangkan kestabilan monarki Brunei di bawah kepemimpinan Sultan Hassanal Bolkiah.
Meskipun ukurannya sangat besar dan fasilitasnya sangat mewah, fungsi sosial istana melalui tradisi Open House menunjukkan sisi kemanusiaan dari sebuah kekuasaan. Istana ini tetap menjadi “Cahaya Iman” yang menerangi identitas bangsa Brunei di mata internasional hingga hari ini.
