Tierraverde – Brunei Darussalam, negara yang dikenal dengan julukan “Kingdom of Unexpected Treasures,” kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat pelestarian warisan Islam di Asia Tenggara melalui kehadiran Balai Khazanah Islam Sultan Haji Hassanal Bolkiah (BKISHHB). Museum yang berdiri dengan megah di ibu kota Bandar Seri Begawan ini bukan sekadar gedung pameran biasa, melainkan sebuah institusi yang menyimpan ribuan harta karun intelektual dan artefak suci yang membawa pengunjung menyelami kejayaan peradaban Islam masa lalu.
Dibangun atas visi mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Balai Khazanah Islam menjadi simbol komitmen negara Brunei dalam memelihara warisan intelektual Islam. Di dalamnya, tersimpan koleksi berharga yang mencakup manuskrip kuno, peralatan astronomi Islam, hingga yang paling istimewa: artefak suci milik Baginda Rasulullah SAW. Bagi para peziarah dan pencinta sejarah, tempat ini adalah oase spiritual yang menawarkan kedamaian sekaligus ilmu pengetahuan yang tak ternilai.
Arsitektur Megah yang Memadukan Tradisi dan Modernitas

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di kawasan Balai Khazanah Islam, pengunjung akan langsung terpukau oleh keagungan arsitekturnya. Bangunan ini dirancang dengan gaya arsitektur Islam klasik yang dipadukan dengan sentuhan modernitas yang elegan. Kubah-kubah besar yang menghiasi atap gedung memberikan kesan sakral, sementara penggunaan material batu alam dan detail ukiran khas Melayu Islam memberikan karakter yang kuat.
Lokasinya yang strategis, tidak jauh dari pusat kota namun tetap menawarkan ketenangan, menjadikan museum ini destinasi yang nyaman. Area sekitarnya ditata dengan lanskap taman yang rapi dan kolam air yang memberikan efek sejuk. Desain interiornya pun dirancang dengan standar internasional, menggunakan sistem pencahayaan dan pengatur kelembapan udara yang canggih guna memastikan koleksi-koleksi sensitif, seperti manuskrip kuno, tetap terjaga kondisinya dalam waktu lama.
Menelusuri Artefak Suci Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Daya tarik utama yang menjadikan Balai Khazanah Islam begitu istimewa adalah koleksi artefak suci (sacred relics) yang terkait langsung dengan Nabi Muhammad SAW. Koleksi ini ditempatkan di galeri khusus yang dijaga dengan sangat hormat dan ketat. Pengunjung sering kali merasa terharu saat melihat secara langsung barang-barang yang pernah bersentuhan dengan tubuh mulia Rasulullah.
Beberapa koleksi utama yang menjadi pusat perhatian antara lain:
-
Replika Rambut Rasulullah SAW: Disimpan dalam wadah khusus yang dihiasi dengan sangat indah.
-
Jejak Kaki Rasulullah: Cetakan kaki Nabi yang menjadi pengingat akan perjalanan dakwah beliau.
-
Potongan Jubah dan Serban: Fragmen kain yang diyakini milik Baginda Nabi dan para sahabat setianya.
-
Pedang dan Peralatan Perang: Berbagai peninggalan militer dari masa kekhalifahan yang menunjukkan kekuatan pertahanan Islam di masa lampau.
Keberadaan artefak ini bukan sekadar untuk dipamerkan sebagai benda mati, melainkan sebagai sarana tabarruk (mengambil berkah) dan pengingat akan sejarah perjuangan Islam yang harus diteruskan oleh generasi sekarang.
Koleksi Manuskrip Al-Qur’an Kuno dan Kitab Langka
Selain artefak fisik, Balai Khazanah Islam adalah rumah bagi ribuan manuskrip Islam kuno yang menjadi bukti kecerdasan para ulama terdahulu. Manuskrip-manuskrip ini ditulis tangan dengan tinta emas dan hiasan iluminasi yang sangat detail dan cantik.
Ada berbagai jenis mushaf Al-Qur’an dari berbagai penjuru dunia Islam, mulai dari yang berukuran raksasa hingga yang sekecil ibu jari. Beberapa manuskrip berasal dari abad ke-10 dan ke-11, yang menunjukkan perkembangan kaligrafi Islam dari gaya Kufi hingga Naskh. Selain Al-Qur’an, terdapat pula kitab-kitab kedokteran, filsafat, dan hukum Islam yang ditulis oleh tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina atau Al-Ghazali. Koleksi ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.
Galeri Astronomi dan Sains Islam, Kejayaan Intelektual

Islam pernah memimpin dunia dalam bidang sains dan teknologi, terutama astronomi. Di Balai Khazanah Islam Brunei Darussalam, pengunjung dapat melihat berbagai alat astronomi kuno seperti Astrolabe (instrumen untuk menentukan posisi bintang dan waktu) yang dibuat dengan tingkat presisi tinggi.
Galeri ini mendemonstrasikan bagaimana para cendekiawan Muslim menggunakan ilmu pengetahuan untuk menentukan arah kiblat, waktu shalat, dan awal bulan Hijriah. Kehadiran peralatan ini memberikan edukasi kepada pengunjung muda bahwa sejarah Islam bukan hanya tentang peperangan atau ritual, melainkan juga tentang penemuan-penemuan ilmiah yang menjadi dasar bagi peradaban modern saat ini.
Pengalaman Edukasi dan Teknologi Digital
Meskipun menyimpan benda-benda kuno, Balai Khazanah Islam tetap mengikuti perkembangan zaman. Museum ini dilengkapi dengan teknologi digital interaktif yang memudahkan pengunjung dalam memahami narasi di balik setiap objek yang dipamerkan.
Ada layar sentuh yang menyediakan informasi multibahasa, video dokumenter yang menjelaskan proses restorasi artefak, hingga visualisasi 3D yang menggambarkan kejayaan kota-kota Islam kuno. Fasilitas ini menjadikan Balai Khazanah Islam tempat yang sangat ramah untuk dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa. Institusi ini juga sering mengadakan seminar internasional dan lokakarya mengenai pelestarian manuskrip Islam, menjadikannya sebagai hub intelektual di kawasan ASEAN.
Tips Berkunjung ke Balai Khazanah Islam Brunei

Bagi Anda yang merencanakan kunjungan ke Brunei, Balai Khazanah Islam adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan. Ini adalah beberapa cara untuk memaksimalkan kedatangan Anda:
-
Berpakaian Sopan: Sebagai museum yang menyimpan artefak suci, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan (menutup aurat). Bagi wanita non-Muslim, biasanya disediakan jubah jika pakaian yang dikenakan dianggap kurang tertutup.
-
Perhatikan Aturan Fotografi: Di beberapa galeri, terutama galeri artefak Rasulullah, pengambilan foto mungkin dilarang guna menjaga privasi dan kesucian artefak. Selalu perhatikan instruksi petugas.
-
Waktu Berkunjung: Datanglah pada pagi hari agar Anda memiliki waktu yang cukup untuk menjelajahi seluruh galeri (total ada 9 galeri utama).
-
Gunakan Pemandu: Jika tersedia, mintalah bantuan pemandu museum untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai sejarah di balik setiap benda.
Peran Balai Khazanah Islam dalam Syiar Islam Global
Sultan Brunei Darussalam memiliki visi agar Balai Khazanah Islam tidak hanya menjadi gedung penyimpanan, tetapi juga pusat penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat dan penuh kedamaian. Dengan memamerkan keindahan artefak dan kedalaman ilmu pengetahuan, museum ini secara tidak langsung melakukan dakwah visual kepada dunia.
Kehadiran museum ini mempertegas identitas Brunei sebagai negara “Melayu Islam Beraja” yang kokoh memegang nilai-nilai agama namun tetap terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Bagi dunia internasional, Balai Khazanah Islam menjadi rujukan penting dalam studi Islam dan pelestarian sejarah peradaban Timur Tengah dan Melayu.
Perjalanan Spiritual yang Mengubah Pandangan
Mengunjungi Balai Khazanah Islam Brunei adalah sebuah perjalanan yang melintasi waktu. Dari melihat jejak kaki Nabi yang agung hingga menelusuri garis kaligrafi pada manuskrip kuno, setiap sudut museum ini memberikan pesan tentang kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Nabi-Nya.
Museum ini berhasil mematahkan stigma bahwa museum sejarah itu membosankan. Sebaliknya, BKISHHB menyajikan pengalaman yang menyentuh hati sekaligus mencerahkan pikiran. Bagi siapa pun yang ingin mengenal Islam lebih dalam—baik dari sisi spiritual, sejarah, maupun kontribusi ilmiahnya—Balai Khazanah Islam adalah tempat yang sempurna untuk memulainya.

