Tierraverde – Brunei Darussalam mungkin dikenal sebagai negara kecil yang kaya akan minyak, namun kekayaan sejatinya terletak pada warisan budayanya yang tak ternilai. Salah satu destinasi paling ikonik dan wajib dikunjungi adalah Wisata Kampong Ayer. Terletak di tepi Sungai Brunei, tepat di jantung ibu kota Bandar Seri Begawan, Kampong Ayer bukan sekadar pemukiman biasa. Ini adalah kompleks pemukiman di atas air terbesar di dunia yang telah dihuni selama lebih dari 1.000 tahun.
Sejarah mencatat bahwa pada abad ke-16, penjelajah asal Italia, Antonio Pigafetta, menjuluki tempat ini sebagai “Venesia dari Timur” karena kemiripannya dengan kota air di Italia. Namun, Kampong Ayer memiliki jiwa yang berbeda; ia adalah simbol ketangguhan masyarakat Melayu Brunei dalam mempertahankan gaya hidup tradisional di tengah arus modernitas. Berkunjung ke sini memberikan perspektif baru tentang bagaimana manusia dapat hidup harmonis dengan air selama berabad-abad.
Arsitektur dan Struktur Pemukiman, Modernitas di Atas Tiang Kayu

Daya tarik utama dari Wisata Kampong Ayer adalah struktur bangunannya. Meskipun dibangun di atas air, desa ini memiliki fasilitas yang setara dengan kota di daratan. Ribuan rumah kayu yang dicat warna-warni berdiri kokoh di atas tiang-tiang kayu jati yang tahan air. Uniknya, di masa sekarang, banyak rumah yang sudah menggunakan pilar beton untuk ketahanan yang lebih lama.
Infrastruktur yang Lengkap
Jangan membayangkan desa air ini sebagai daerah yang terisolasi. Kampong Ayer merupakan “kota di dalam kota” yang memiliki jaringan jembatan kayu sepanjang total hampir 30 kilometer. Di sini, Anda akan menemukan:
-
Sekolah dan Masjid: Bangunan megah dengan kubah emas yang juga berdiri di atas air.
-
Kantor Polisi dan Pemadam Kebakaran: Dilengkapi dengan perahu cepat khusus untuk keadaan darurat.
-
Fasilitas Listrik dan Air Bersih: Semua rumah terhubung dengan pipa air dan kabel listrik bawah air atau melalui jaringan jembatan.
Berjalan di atas jembatan kayu sambil melihat aktivitas warga sehari-hari adalah pengalaman yang sangat meditatif dan unik bagi para wisatawan mancanegara.
Aktivitas Seru, Apa yang Bisa Dilakukan di Kampong Ayer?
Bagi wisatawan, Wisata Kampong Ayer menawarkan berbagai aktivitas yang menggabungkan petualangan dan edukasi budaya. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh Anda lewatkan:
Menjelajah dengan Perahu Tambang
Cara terbaik untuk mencapai dan mengelilingi Kampong Ayer adalah dengan menggunakan Perahu Tambang. Anda hanya perlu membayar sekitar $1 hingga $2 Brunei dari dermaga di Waterfront Bandar Seri Begawan. Merasakan angin sungai yang sejuk sambil melihat rumah-rumah panggung dari kejauhan adalah pembukaan yang sempurna untuk petualangan Anda.
Mengunjungi Pusat Kebudayaan dan Galeri Pariwisata
Sebelum masuk terlalu dalam ke pemukiman, singgahlah di Kampong Ayer Cultural and Tourism Gallery. Di sini, Anda bisa mempelajari sejarah pembentukan desa, melihat kerajinan tangan tradisional seperti tenun kain Jong Sarat, serta memahami peran sungai dalam ekonomi kerajaan Brunei di masa lampau.
Homestay: Merasakan Hidup sebagai Warga Lokal
Beberapa warga lokal telah membuka rumah mereka sebagai homestay. Ini adalah cara terbaik bagi Anda yang ingin merasakan kedamaian malam hari di atas air. Mendengarkan suara riak air di bawah lantai kayu saat tidur memberikan ketenangan yang tidak akan Anda dapatkan di hotel berbintang.
Mencicipi Kuliner Khas Brunei
Di tepi dermaga Kampong Ayer, seringkali terdapat pedagang yang menjual camilan tradisional seperti Ambuyat atau kue-kue basah Melayu yang manis. Menikmati teh hangat sambil duduk di beranda rumah panggung saat matahari terbenam adalah momen yang sangat dicari oleh fotografer.
Peran Kampong Ayer dalam Identitas Budaya Brunei

Wisata Kampong Ayer bukan hanya soal pemandangan yang estetik, tetapi soal identitas nasional. Bagi rakyat Brunei, Kampong Ayer adalah tempat kelahiran peradaban mereka. Di sinilah pusat pemerintahan kerajaan bermula sebelum akhirnya pindah ke daratan.
Pemerintah Brunei sangat berkomitmen dalam melestarikan area ini. Melalui program rehabilitasi, rumah-rumah baru dengan desain modern namun tetap di atas air terus dibangun. Hal ini bertujuan agar generasi muda Brunei tetap mau tinggal dan melestarikan budaya nenek moyang mereka. Keberadaan Kampong Ayer membuktikan bahwa kemajuan ekonomi sebuah negara tidak harus mengorbankan akar budayanya.
Tips Penting Saat Berkunjung ke Kampong Ayer
Agar perjalanan Anda nyaman dan menghormati adat istiadat setempat, perhatikan beberapa tips berikut:
-
Gunakan Pakaian Sopan: Mengingat Brunei adalah negara Islam yang taat, gunakan pakaian yang menutupi bahu dan lutut sebagai bentuk penghormatan.
-
Siapkan Uang Tunai: Perahu tambang dan warung kecil di desa air umumnya hanya menerima pembayaran tunai dalam Dollar Brunei (BND) atau Dollar Singapura (SGD) yang nilainya setara.
-
Hati-Hati Saat Berjalan: Meskipun jembatan kayu cukup kuat, perhatikan langkah Anda terutama saat hujan karena permukaan kayu bisa menjadi licin.
-
Waktu Terbaik: Kunjungilah pada pagi hari sekitar pukul 08.00 atau sore hari pukul 16.30 untuk menghindari panas terik matahari dan mendapatkan pemandangan matahari terbit/terbenam yang indah.
-
Interaksi dengan Warga: Warga Kampong Ayer sangat ramah. Jangan ragu untuk melempar senyum atau menyapa “Assalamualaikum”. Jika beruntung, Anda mungkin akan diundang masuk ke rumah mereka untuk sekadar melihat interior rumah air yang mengejutkan luasnya.
Destinasi yang Wajib Masuk Bucket List Anda

Secara keseluruhan, Wisata Kampong Ayer adalah destinasi yang menawarkan keseimbangan sempurna antara sejarah, arsitektur, dan kehidupan sosial yang hangat. Ia adalah bukti hidup bahwa manusia dapat menciptakan peradaban yang besar tanpa harus merusak ekosistem sungai.
Jika Anda merencanakan perjalanan ke Asia Tenggara, sempatkanlah singgah di Brunei Darussalam. Luangkan waktu setidaknya setengah hari untuk tersesat di antara lorong-lorong kayu Kampong Ayer, mendengarkan cerita dari para tetua desa, dan menyaksikan sendiri bagaimana Venesia dari Timur ini terus bersinar di bawah bayang-bayang masjid berkubah emas. Kampong Ayer bukan sekadar tempat wisata; ia adalah sebuah pelajaran tentang cara menghargai sejarah.

