Pha That Luang
Pha That Luang

Menjelajahi Pha That Luang, Keagungan Stupa Emas yang Menjadi Ikon Nasional Laos

Tierraverde – Laos, sebuah negara yang sering dijuluki sebagai “Negeri Seribu Gajah” atau Land-Locked Country di Asia Tenggara, menyimpan kekayaan sejarah dan spiritualitas yang mendalam. Di jantung ibu kotanya, Vientiane, berdiri sebuah monumen yang tidak hanya memukau mata karena kemilau emasnya, tetapi juga menjadi detak jantung identitas bangsa. Pha That Luang, atau “Stupa Besar”, adalah monumen keagamaan paling penting di Laos yang melambangkan kedaulatan negara dan kejayaan agama Buddha.

Bagi para pelancong yang mencari ketenangan sekaligus kemegahan arsitektur, Pha That Luang adalah destinasi wajib. Stupa raksasa yang dilapisi emas ini bukan sekadar objek wisata; ia adalah tempat ziarah suci, simbol persatuan, dan kebanggaan nasional yang gambarnya bahkan tertera dalam lambang negara Laos. Artikel ini akan membawa Anda menjelajahi setiap sudut keagungan Pha That Luang, mulai dari sejarahnya yang panjang hingga makna filosofis di balik setiap lapisan emasnya.

Sejarah Panjang Pha That Luang, Dari Reruntuhan Menuju Kemegahan

Sejarah Panjang Pha That Luang, Dari Reruntuhan Menuju Kemegahan
Sejarah Panjang Pha That Luang, Dari Reruntuhan Menuju Kemegahan

Pha That Luang memiliki sejarah yang membentang selama berabad-abad. Menurut legenda lokal, stupa ini pertama kali didirikan pada abad ke-3 SM oleh utusan dari India yang dikirim oleh Raja Ashoka untuk menyimpan relik tulang suci Sang Buddha (tulang dada). Meskipun bukti arkeologis awal lebih merujuk pada struktur candi Khmer dari abad ke-13, bentuk megah yang kita lihat hari ini baru mulai terbentuk pada abad ke-16.

Pada tahun 1566, Raja Setthathirath memindahkan ibu kota kerajaan Lan Xang dari Luang Prabang ke Vientiane. Ia memerintahkan pembangunan kembali Pha That Luang di atas reruntuhan candi Khmer lama sebagai pusat spiritual kerajaan. Namun, perjalanan stupa ini tidak selalu mulus. Selama berabad-abad, Pha That Luang mengalami kerusakan akibat invasi, termasuk serangan bangsa Siam pada abad ke-19 yang membuat monumen ini ditinggalkan dalam kondisi hancur dan terbengkalai. Beruntung, upaya restorasi besar-besaran dilakukan oleh pemerintah kolonial Prancis dan kemudian disempurnakan oleh pemerintah Laos, sehingga keagungannya kembali pulih seperti sekarang.

Arsitektur Stupa Emas: Simbolisme dalam Setiap Lapisan

Pha That Luang adalah mahakarya arsitektur gaya Laos yang unik, yang menggabungkan elemen-elemen tradisional Buddhis dengan cita rasa seni lokal. Dari kejauhan, stupa ini tampak seperti benteng emas yang menjulang ke langit. Struktur utamanya memiliki tinggi sekitar 44 meter dan dikelilingi oleh tembok tinggi dengan lubang-lubang kecil yang menyerupai benteng pertahanan.

Struktur Pha That Luang dibagi menjadi tiga tingkat utama yang melambangkan perjalanan menuju pencerahan:

  1. Tingkat Pertama: Bagian dasar berbentuk persegi yang luas melambangkan dunia material. Di sini terdapat ratusan batu sembahyang dan area terbuka yang digunakan umat untuk berdoa.

  2. Tingkat Kedua: Terdiri dari 30 stupa kecil yang mengelilingi stupa utama. Ke-30 stupa ini melambangkan 30 kebajikan (paramita) yang harus dicapai dalam ajaran Buddha.

  3. Tingkat Ketiga (Puncak): Stupa utama yang berbentuk kuncup bunga teratai memanjang yang melambangkan pencapaian Nirwana. Permukaan puncak ini dilapisi oleh emas asli seberat ratusan kilogram, yang berkilau luar biasa saat terpapar sinar matahari.

Kompleks Sekitar: Wat That Luang Neua dan Wat That Luang Tai

Saat Anda memasuki area Pha That Luang, Anda tidak hanya akan melihat stupa emas tersebut. Di sekelilingnya terdapat dua kuil Buddha yang sangat indah, yaitu Wat That Luang Neua (Kuil Utara) dan Wat That Luang Tai (Kuil Selatan). Awalnya terdapat empat kuil di setiap sisi mata angin, namun kini hanya dua yang tersisa.

Wat That Luang Neua adalah tempat tinggal bagi Sangharaja (pemimpin tertinggi agama Buddha di Laos). Arsitektur kuil ini sangat memukau dengan atap berlapis-lapis dan ukiran kayu yang rumit. Sementara itu, di Wat That Luang Tai, pengunjung dapat melihat patung Buddha tidur raksasa yang dilapisi warna emas. Kompleks ini menciptakan suasana monastik yang tenang, di mana suara lonceng sayup-sayup dan aroma dupa memenuhi udara, memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi siapa pun yang berkunjung.

Festival Boun That Luang, Puncak Spiritualitas Laos

Festival Boun That Luang, Puncak Spiritualitas Laos
Festival Boun That Luang, Puncak Spiritualitas Laos

Jika Anda ingin merasakan energi Wisata Pha That Luang Laos yang sebenarnya, datanglah pada bulan purnama bulan ke-12 penanggalan Laos (biasanya jatuh pada bulan November). Pada waktu ini, diadakan Festival Boun That Luang, perayaan keagamaan terbesar di Laos yang berlangsung selama tiga hari.

Ribuan biksu dari seluruh penjuru negeri berkumpul di sini untuk menerima persembahan dari masyarakat (almsgiving). Festival ini dipenuhi dengan prosesi jalan kaki sambil membawa lilin dan persembahan bunga yang disebut phasat pheung. Selain aspek religius, festival ini juga dimeriahkan dengan pekan raya, pasar malam, dan pertunjukan seni tradisional. Ini adalah saat di mana Pha That Luang benar-benar hidup, menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara masyarakat Laos dengan identitas Buddhis mereka.

Patung Raja Setthathirath: Penghormatan bagi Sang Arsitek

Di depan gerbang masuk utama stupa, terdapat sebuah patung perunggu besar yang menggambarkan seorang raja yang sedang duduk dengan tenang. Beliau adalah Raja Setthathirath, sosok yang bertanggung jawab membangun kembali Pha That Luang dan menjadikan Vientiane sebagai pusat kekuasaan.

Patung ini menjadi tempat penghormatan bagi warga lokal sebelum mereka memasuki area suci stupa. Karangan bunga dan dupa sering diletakkan di bawah kaki patung sebagai tanda terima kasih atas warisan budaya yang ditinggalkannya. Kehadiran patung ini mengingatkan pengunjung bahwa Pha That Luang bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga monumen sejarah yang berkaitan erat dengan sejarah kekuasaan dan kemerdekaan Laos.

 Tips Berkunjung, Etika dan Waktu Terbaik

Tips Berkunjung, Etika dan Waktu Terbaik
Tips Berkunjung, Etika dan Waktu Terbaik

Pha That Luang adalah situs suci, sehingga pengunjung diharapkan mematuhi aturan etika yang ketat. Berikut beberapa tips untuk kunjungan Anda:

  • Pakaian: Pastikan bahu dan lutut tertutup. Pria sebaiknya menggunakan celana panjang, dan wanita disarankan menggunakan Sinh (rok tradisional Laos) atau pakaian yang sangat sopan. Jika pakaian Anda dianggap kurang pantas, tersedia tempat penyewaan sarung di pintu masuk.

  • Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari (sekitar pukul 08.00) ketika matahari belum terlalu terik dan kerumunan belum terlalu padat. Pagi hari juga memberikan pencahayaan terbaik untuk memotret kemilau emas stupa.

  • Cuaca: Karena area stupa sebagian besar terbuka, bawalah payung atau topi untuk berlindung dari panas matahari yang menyengat di Vientiane.

Lokasi dan Aksesibilitas di Vientiane

Terletak sekitar 4 kilometer di sebelah timur laut pusat kota Vientiane, Pha That Luang sangat mudah dijangkau. Anda bisa menggunakan tuk-tuk khas Laos, menyewa sepeda, atau menggunakan layanan transportasi daring. Jalan menuju stupa ini melewati jalanan luas yang bersih, memberikan gambaran tentang tata kota Vientiane yang tenang dan tertata.

Di sekitar area parkir, terdapat banyak penjual souvenir khas Laos, mulai dari kain tenun tangan, replika stupa kecil, hingga makanan ringan lokal. Meskipun menjadi pusat turis, harga-harga di sini relatif terjangkau, mencerminkan keramahtamahan masyarakat Laos yang belum terlalu terpengaruh oleh komersialisasi berlebihan.

Lebih dari Sekadar Objek Wisata

Menjelajahi Pha That Luang adalah perjalanan menembus waktu. Dari fondasi legendaris abad ke-3 SM hingga restorasi modernnya, stupa emas ini berdiri sebagai saksi bisu ketangguhan rakyat Laos dalam menghadapi berbagai badai sejarah. Keindahannya tidak hanya terletak pada lapisan emasnya, tetapi pada makna spiritual yang ia tawarkan kepada dunia.

Pha That Luang adalah pengingat akan keagungan masa lalu dan harapan untuk masa depan Laos yang damai. Bagi siapa pun yang berkunjung, ia menawarkan momen ketenangan untuk merenung di bawah bayang-bayang stupa raksasa, mengagumi keajaiban arsitektur manusia, dan merasakan hembusan angin spiritualitas yang tak lekang oleh waktu. Vientiane mungkin adalah ibu kota yang tenang, tetapi di Pha That Luang, ia menyimpan kemegahan yang bersinar hingga ke seluruh penjuru dunia.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *