Tierraverde – Malaysia tidak hanya tentang kemegahan Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur atau kelezatan kuliner di Penang. Jauh di ujung timur, tepatnya di lepas pantai Semporna, Sabah, terdapat sebuah surga tersembunyi yang sering disebut sebagai “Maladewa-nya Asia Tenggara”. Destinasi tersebut adalah Pulau Bohey Dulang, sebuah fragmen dari Taman Laut Tun Sakaran yang menawarkan kombinasi dramatis antara puncak perbukitan hijau dan gradasi air laut biru toska yang jernih.
Bagi para pelancong yang mencari pelarian dari hiruk-pikuk perkotaan, Bohey Dulang bukan sekadar perhentian dalam rute island hopping. Ia adalah sebuah mahakarya alam yang lahir dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu, menciptakan pemandangan yang akan membuat siapa pun terpaku saat mencapainya. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa pulau ini harus berada di urutan teratas daftar perjalanan Anda saat mengunjungi Malaysia.
Mengenal Bohey Dulang, Permata di Taman Laut Tun Sakaran

Bohey Dulang merupakan pulau terbesar kedua di antara delapan pulau yang membentuk Taman Laut Tun Sakaran. Berbeda dengan pulau-pulau sekitarnya yang landai, pulau ini terbentuk dari sisa-sisa kawah gunung berapi kuno yang tenggelam. Fenomena geologis ini menciptakan laguna raksasa yang terlindung, menjadikannya tempat yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati laut.
Dikelola oleh Sabah Parks, Bohey Dulang bukan hanya objek wisata, tetapi juga kawasan konservasi yang sangat dijaga ketat. Keindahan pulau ini tidak hanya terletak pada apa yang terlihat di permukaan, tetapi juga pada ekosistemnya yang kompleks, mulai dari hutan hujan tropis yang menyelimuti bukit hingga terumbu karang yang menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan.
Tantangan Mendaki Puncak Bohey Dulang
Daya tarik utama yang membuat wisatawan rela menyeberangi lautan menuju pulau ini adalah pemandangan dari puncaknya. Untuk mencapai titik pandang (viewpoint) setinggi 600 meter, pengunjung harus melakukan pendakian melalui jalur yang telah disediakan. Meskipun jalurnya sudah tertata dengan tangga kayu dan pegangan, kemiringannya cukup menantang dan memerlukan stamina yang prima.
Pendakian biasanya memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit tergantung pada tingkat kebugaran Anda. Selama perjalanan, Anda akan ditemani oleh suara kicauan burung endemik dan rimbunnya pepohonan yang memberikan keteduhan. Rasa lelah akan langsung terbayar lunas begitu Anda mencapai puncak dan melihat lengkungan laguna biru yang memukau di bawah sana—sebuah pemandangan yang menjadi ikon pariwisata Sabah di mata dunia.
Panorama Laguna: Gradasi Biru yang Tak Terlupakan
Begitu sampai di puncak, mata Anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Laguna luas di bawah bukit menampilkan gradasi warna mulai dari biru tua di bagian tengah yang dalam, hingga biru toska cerah di pinggirannya yang dangkal. Terumbu karang yang ada di bawah air terlihat jelas dari atas, menciptakan pola-pola alami yang artistik.
Dari kejauhan, Anda juga bisa melihat siluet pulau-pulau tetangga seperti Pulau Bodgaya yang menyatu dalam satu garis cakrawala. Momen di puncak Bohey Dulang sering kali menjadi puncak dari pengalaman island hopping di Semporna. Pastikan Anda membawa kamera dengan baterai penuh, karena setiap sudut di sini sangat layak untuk diabadikan dalam bingkai foto.
Laboratorium Raksasa, Eksplorasi Kima dan Konservasi Laut

Selain pemandangan bukitnya, Wisata Bohey Dulang Malaysia juga dikenal sebagai pusat penelitian kehidupan laut, khususnya untuk Kima Gergasi (Giant Clam). Di kaki bukit, terdapat fasilitas pembenihan kima yang dikelola oleh pemerintah bekerja sama dengan peneliti internasional. Kima adalah kerang raksasa yang keberadaannya mulai terancam punah, dan Bohey Dulang menjadi salah satu tempat pengembangbiakan terbaik di dunia.
Wisatawan diperbolehkan mengunjungi laboratorium ini untuk melihat langsung berbagai spesies kima dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran raksasa. Edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang sangat ditekankan di sini. Ini memberikan nilai tambah bagi liburan Anda, di mana Anda tidak hanya bersenang-senang tetapi juga belajar tentang pentingnya pelestarian alam bawah laut.
Kehidupan Bawah Laut: Snorkeling di Sekitar Pulau
Meskipun Bohey Dulang lebih terkenal dengan aktivitas mendakinya, jangan lewatkan kesempatan untuk menceburkan diri ke dalam airnya yang bening. Di sekitar dermaga dan area laguna, Anda bisa melakukan snorkeling untuk melihat keindahan taman lautnya. Terumbu karang di sini sangat sehat, dengan jarak pandang (visibility) yang seringkali sangat baik.
Anda bisa menemukan berbagai jenis ikan karang seperti Clownfish (Nemo), Parrotfish, hingga kura-kura jika beruntung. Arus di sekitar laguna cenderung tenang, sehingga aman bagi pemula maupun anak-anak. Namun, tetap diingatkan untuk tidak menginjak atau menyentuh terumbu karang agar keasrian alam di Taman Laut Tun Sakaran tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Bohey Dulang
Untuk mendapatkan pengalaman maksimal, pemilihan waktu kunjungan sangatlah krusial. Waktu terbaik untuk mengunjungi Bohey Dulang adalah saat musim kemarau, yaitu antara bulan Maret hingga Oktober. Pada periode ini, cuaca cenderung cerah dengan langit biru bersih, yang akan membuat warna air laut terlihat lebih kontras dan indah dari puncak.
Sangat disarankan untuk tiba di pulau ini pada pagi hari, sekitar pukul 08.00 atau 09.00 waktu setempat. Selain udaranya yang masih segar, pencahayaan matahari pagi memberikan efek saturasi warna yang paling bagus untuk fotografi. Perlu diingat bahwa pendakian akan ditutup oleh pihak pengelola jika terjadi hujan demi alasan keamanan, karena jalur tanah dan kayu bisa menjadi sangat licin.
Persiapan dan Perlengkapan Wajib Sebelum Mendaki

Mengingat aktivitas utama di sini adalah mendaki bukit tropis, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan agar perjalanan tetap nyaman dan aman:
-
Alas Kaki yang Tepat: Sangat dilarang mendaki dengan sandal jepit. Gunakan sepatu olahraga atau sepatu gunung dengan cengkeraman yang baik. Jika lupa membawa, biasanya tersedia tempat penyewaan sepatu di area dermaga.
-
Air Minum: Pastikan membawa minimal satu botol air mineral ukuran besar. Kelembapan udara di hutan bisa membuat Anda cepat haus.
-
Pakaian Nyaman: Gunakan pakaian yang menyerap keringat. Membawa baju ganti juga sangat disarankan karena Anda kemungkinan besar akan basah kuyup oleh keringat setelah mencapai puncak.
-
Perlindungan Matahari: Topi dan tabir surya (sunblock) adalah wajib, karena sinar matahari di puncak bisa sangat menyengat.
Budaya Lokal: Bertemu dengan Suku Bajau Laut
Dalam perjalanan menuju atau pulang dari Bohey Dulang, Anda kemungkinan besar akan berpapasan dengan suku Bajau Laut atau Sea Gypsies. Mereka adalah komunitas nomaden yang menghabiskan hampir seluruh hidup mereka di atas perahu atau rumah panggung di atas air. Keberadaan mereka menambah dimensi budaya yang eksotis pada perjalanan Anda.
Melihat cara mereka menyelam secara tradisional atau mendayung perahu kayu kecil dengan lihai memberikan perspektif baru tentang hubungan manusia dengan laut. Meskipun mereka sangat ramah, penting bagi wisatawan untuk tetap menghormati privasi dan cara hidup mereka. Interaksi singkat dengan suku Bajau Laut sering kali memberikan kesan mendalam yang melengkapi keindahan alam Bohey Dulang.
Mengapa Bohey Dulang Harus Ada di Bucket List Anda
Bohey Dulang adalah bukti nyata bahwa Malaysia menyimpan kekayaan alam yang sejajar dengan destinasi kelas dunia lainnya. Perpaduan antara petualangan mendaki, edukasi konservasi, dan keindahan estetika laguna menjadikannya destinasi yang lengkap. Tidak mengherankan jika pulau ini selalu menjadi magnet bagi fotografer dan pecinta alam dari seluruh penjuru bumi.
Liburan ke Bohey Dulang bukan sekadar tentang mengambil foto yang bagus untuk media sosial, tetapi tentang menghargai keagungan alam dan menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian laut kita. Jika Anda merencanakan perjalanan ke Sabah, pastikan Bohey Dulang menjadi destinasi yang tidak Anda lewatkan. Surga biru ini siap menyambut Anda dengan pesonanya yang tak lekang oleh waktu.
