Tierraverde – Pernahkah Anda membayangkan berdiri di atas jembatan gantung yang sangat tinggi, dikelilingi oleh lautan hijau yang seolah tak berujung, sementara suara kicauan burung tropis dan desis serangga hutan menjadi orkestra alami di telinga Anda? Pengalaman magis inilah yang ditawarkan oleh Canopy Walkway di Taman Nasional Ulu Temburong, Brunei Darussalam. Destinasi ini bukan sekadar jalur berjalan biasa; ia adalah sebuah struktur ikonik yang membawa Anda keluar dari zona nyaman menuju puncak dunia hijau.
Dikenal sebagai “Permata Hijau Brunei”, Ulu Temburong adalah salah satu ekosistem hutan hujan tropis paling murni yang tersisa di Pulau Kalimantan. Di jantung hutan perawan ini, berdiri sebuah konstruksi baja yang menjulang tinggi menembus kanopi pohon, menawarkan perspektif unik yang jarang bisa dinikmati manusia: melihat hutan dari sudut pandang seekor elang.
Gerbang Menuju Hutan Perawan, Perjalanan Panjang yang Terbayar Lunas

Petualangan menuju Canopy Walkway Ulu Temburong dimulai jauh sebelum Anda menginjakkan kaki di jembatan bajanya. Akses menuju lokasi ini adalah sebuah perjalanan epik tersendiri. Dari ibu kota Bandar Seri Begawan, pengunjung harus menyeberangi Teluk Brunei dengan speedboat menuju kota Bangar. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Batang Duri, titik masuk menuju sungai yang membelah hutan.
Bagian paling eksotis adalah saat Anda menaiki Temuai, perahu panjang tradisional bertenaga mesin, untuk menyusuri Sungai Temburong yang jernih namun terkadang berarus deras. Selama 30 hingga 45 menit, Anda akan disuguhi pemandangan dinding-dinding hijau di sisi kiri dan kanan, serta formasi bebatuan sungai yang indah. Sensasi percikan air sungai dan rimbunnya pepohonan yang menaungi jalur air ini menjadi mukadimah yang sempurna sebelum Anda menghadapi tantangan fisik mendaki ratusan anak tangga menuju puncak bukit tempat Canopy Walkway berada.
Struktur Megah di Tengah Alam: Keajaiban Arsitektur Canopy Walkway
Apa yang membuat Canopy Walkway Ulu Temburong begitu istimewa dibandingkan jalur serupa di tempat lain? Jawabannya terletak pada ketinggian dan konstruksinya. Terletak sekitar 60 meter di atas permukaan tanah hutan, struktur ini terdiri dari beberapa menara baja yang dihubungkan oleh jembatan gantung yang kokoh namun bisa terasa cukup mendebarkan saat tertiup angin.
Menara-menara ini dibangun dengan sangat hati-hati agar tidak merusak ekosistem di sekitarnya. Saat Anda menaiki tangga spiral menuju puncak menara, Anda akan melewati berbagai lapisan hutan—dari lantai hutan yang gelap dan lembap, naik ke lapisan bawah (understory), hingga akhirnya mencapai lapisan kanopi di mana sinar matahari bersinar terang. Setibanya di atas, rasa lelah akibat mendaki akan seketika sirna begitu mata Anda memandang hamparan tajuk pohon yang membentuk karpet hijau raksasa sejauh mata memandang.
Menikmati Dunia dari Ketinggian, Perspektif Baru bagi Jiwa

Berdiri di atas canopy walkway saat fajar menyingsing atau menjelang senja adalah pengalaman yang spiritual. Dari ketinggian ini, Anda bisa melihat bagaimana hutan hujan bekerja sebagai paru-paru dunia. Kabut tipis yang menyelimuti lembah-lembah di bawahnya memberikan kesan mistis, seolah-olah Anda berada di dunia purba yang belum terjamah teknologi.
Pemandangan dari sini mencakup area ribuan hektar hutan dipterokarpa yang belum tersentuh penebangan. Anda dapat melihat pohon-pohon raksasa yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk tumbuh setinggi itu. Menariknya, dari ketinggian ini, Anda juga bisa mengamati fenomena “crown shyness”, di mana tajuk-tajuk pohon tetangga tidak saling bersentuhan, menciptakan pola garis-garis indah di langit yang hanya bisa dilihat dari atas.
Keanekaragaman Hayati: Bertemu Penghuni Langit Ulu Temburong
Kanopi hutan adalah tempat di mana sebagian besar kehidupan hutan hujan terjadi. Sekitar 60% hingga 90% kehidupan di hutan tropis tidak pernah menyentuh tanah, melainkan menetap di ketinggian pohon. Berjalan di atas canopy walkway memberikan Anda tiket baris terdepan untuk menyaksikan aktivitas ini.
Jika beruntung, Anda bisa melihat berbagai jenis burung enggang (hornbills) dengan paruhnya yang besar dan megah terbang melintasi lembah. Suara khas owa (gibbons) yang bernyanyi menyambut pagi sering kali terdengar menggema di antara pepohonan. Selain itu, Anda juga bisa mengamati berbagai jenis kupu-kupu berwarna cerah, serangga eksotis, hingga tanaman epifit seperti anggrek hutan dan sarang burung paku yang tumbuh menempel pada dahan-dahan tinggi. Ini adalah surga bagi para pecinta alam dan fotografer makro yang ingin menangkap detail kehidupan yang jarang terlihat dari bawah.
Tips Keselamatan dan Persiapan Menjelajahi Ketinggian
Menjelajahi Canopy Walkway Ulu Temburong Brunei Darussalam memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang. Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:
-
Kesiapan Fisik: Anda akan menaiki lebih dari 700 anak tangga kayu sebelum mencapai menara baja. Pastikan kondisi jantung dan kaki Anda dalam keadaan prima.
-
Kenakan Pakaian yang Tepat: Gunakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat. Sepatu hiking atau sepatu olahraga dengan cengkeraman yang baik sangat wajib, karena tangga dan lantai jembatan bisa menjadi licin setelah hujan.
-
Atasi Ketakutan terhadap Ketinggian: Jika Anda menderita acrophobia (takut ketinggian), lakukan pendakian secara perlahan dan jangan memaksakan diri melihat langsung ke bawah. Jembatan baja ini sangat aman dan dirancang dengan standar keselamatan tinggi.
-
Bawa Air Minum dan Kamera: Hidrasi sangat penting di tengah kelembapan hutan tropis yang tinggi. Dan tentu saja, pastikan baterai kamera Anda penuh, karena setiap sudut di atas sana sangatlah fotogenik.
-
Datanglah Saat Pagi Buta: Waktu terbaik untuk berada di puncak adalah sekitar pukul 06:00 atau 07:00 pagi. Selain udaranya yang sejuk, kemungkinan melihat satwa liar jauh lebih besar pada jam tersebut.
Pentingnya Konservasi Ulu Temburong, Menjaga Permata Hijau Tetap Bersinar

Eksistensi Canopy Walkway di Ulu Temburong bukan sekadar untuk pariwisata, melainkan juga alat edukasi dan penelitian. Pemerintah Brunei Darussalam menerapkan aturan yang sangat ketat di taman nasional ini. Tidak ada jalan raya yang dibangun menembus hutan, dan jumlah pengunjung harian dibatasi untuk meminimalkan jejak karbon serta gangguan terhadap satwa liar.
Hutan ini merupakan laboratorium alam yang tak ternilai harganya. Dengan membiarkan hutan tetap perawan dan hanya membangun akses di atas kanopi, manusia dapat belajar tentang kerumitan ekosistem tanpa menghancurkannya. Kunjungan Anda ke sini secara tidak langsung mendukung upaya konservasi ini, memberikan insentif ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat lokal untuk terus menjaga hutan daripada membukanya untuk eksploitasi industri.
Sebuah Perjalanan yang Mengubah Cara Pandang
Menjelajahi Canopy Walkway Ulu Temburong adalah sebuah pengingat betapa kecilnya manusia di hadapan kemegahan alam semesta. Saat berdiri di ketinggian pohon, di atas jembatan yang bergoyang pelan, Anda tidak hanya menikmati pemandangan indah, tetapi juga merasakan koneksi mendalam dengan bumi. Pengalaman ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya menjaga setiap jengkal hutan hijau yang tersisa.
Jika Anda mencari destinasi yang menawarkan ketenangan, tantangan, dan keindahan estetika yang luar biasa, Ulu Temburong adalah jawabannya. Berjalan di antara tajuk pohon adalah cara terbaik untuk menghargai keajaiban dunia dari sudut pandang yang berbeda.
