Tierraverde – Kamboja bukan hanya tentang kemegahan batu-batu kuno di Angkor Wat. Di jantung ibu kota Phnom Penh, berdiri sebuah kompleks bangunan yang memancarkan kemilau sejarah dan spiritualitas yang tak tertandingi: Silver Pagoda. Dikenal secara resmi sebagai Wat Preah Keo Morakot (Kuil Buddha Zamrud), tempat ini merupakan salah satu situs paling suci dan artistik di Asia Tenggara, tempat di mana kekayaan materi bertemu dengan kedalaman iman Buddha.
Sebagai bagian dari kompleks Istana Kerajaan (Royal Palace), Silver Pagoda bukan sekadar museum, melainkan representasi hidup dari kejayaan Dinasti Khmer yang berhasil bertahan melewati badai sejarah. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai pesona pagoda yang menjadi kebanggaan rakyat Kamboja ini.
Sejarah Singkat, Jejak Spiritual di Jantung Phnom Penh

Silver Pagoda pertama kali dibangun pada tahun 1892 di bawah pemerintahan Raja Norodom. Pada awalnya, struktur bangunan ini sebagian besar terbuat dari kayu, namun kemudian dibangun kembali dengan kemegahan yang lebih permanen pada tahun 1962 oleh Pangeran Norodom Sihanouk.
Nama “Silver Pagoda” sendiri berasal dari lantai interiornya yang luar biasa. Berbeda dengan kuil-kuil lain yang menggunakan ubin keramik biasa, seluruh permukaan lantai di dalam pagoda ini dilapisi dengan ribuan ubin perak murni. Menariknya, selama masa pemerintahan rezim Khmer Merah yang destruktif di tahun 1970-an, Silver Pagoda merupakan salah satu dari sedikit tempat suci yang tidak dihancurkan. Meskipun beberapa artefak hilang atau dicuri, kompleks ini dipertahankan sebagai alat propaganda untuk menunjukkan pelestarian warisan budaya, sehingga sebagian besar keindahannya masih dapat kita saksikan hingga hari ini.
Lantai Perak yang Ikonik: Kemewahan di Setiap Langkah
Daya tarik utama yang membuat wisatawan dari seluruh dunia terpukau tentu saja adalah lantainya. Terdapat lebih dari 5.000 ubin perak murni yang menutupi lantai pagoda ini. Setiap ubin perak tersebut memiliki berat sekitar 1,1 kilogram, yang jika ditotal secara keseluruhan, berat perak di lantai ini mencapai lebih dari 5 ton.
Sebagian besar lantai ini kini ditutupi oleh karpet pelindung untuk menjaga ubin-ubin perak tersebut dari gesekan kaki pengunjung. Namun, pengelola biasanya menyisakan sedikit area yang terbuka di dekat pintu masuk atau di area tertentu agar wisatawan dapat melihat langsung kilauan perak asli yang telah dipoles dengan cermat. Berjalan di atas lantai ini memberikan sensasi magis, seolah-olah kita sedang menapak di atas harta karun kerajaan.
Buddha Zamrud dan Buddha Emas: Koleksi Artefak Tak Ternilai
Di dalam Silver Pagoda, fokus spiritual tertuju pada altar utama yang menampung koleksi patung Buddha yang sangat berharga.
-
Buddha Zamrud (Preah Keo): Berbeda dengan namanya, patung ini sebenarnya terbuat dari kristal Baccarat hijau yang sangat bening. Patung ini duduk dengan tenang di atas altar tinggi, memberikan suasana kedamaian bagi siapa saja yang memandangnya.
-
Buddha Emas (Preah Chin Raingsei): Tepat di depan Buddha Zamrud, terdapat patung Buddha seukuran manusia yang terbuat dari emas murni. Patung ini memiliki berat sekitar 90 kilogram dan dihiasi dengan 9.584 butir berlian. Berlian yang paling besar, yang tersemat di mahkotanya, memiliki ukuran 25 karat. Patung ini dibuat pada tahun 1904 dan merupakan simbol pengabdian Raja Norodom kepada ajaran Buddha.
Selain dua patung utama tersebut, pagoda ini juga menyimpan ribuan hadiah dan artefak dari berbagai negara, menunjukkan hubungan diplomatik Kerajaan Khmer di masa lalu.
Mural Ramayana, Mahakarya Seni di Dinding Pagoda

Keindahan Wisata Silver Pagoda Kamboja tidak hanya terletak pada apa yang ada di dalamnya, tetapi juga pada dinding-dinding yang mengelilinginya. Galeri yang melingkari kompleks pagoda dihiasi dengan mural atau lukisan dinding yang menggambarkan kisah Reamker, versi Kamboja dari epos India, Ramayana.
Mural ini dilukis sekitar tahun 1903-1904 oleh sekelompok seniman Kamboja di bawah pengawasan arsitek Vichitre Chea. Lukisan-lukisan ini membentang sepanjang ratusan meter dan menggambarkan detail pertempuran antara Rama dan Rahwana (Krong Reap), serta pengabdian Hanuman. Meskipun beberapa bagian lukisan telah memudar akibat kelembapan, detail artistik dan narasi visualnya tetap menjadi salah satu contoh seni lukis Khmer klasik terbaik di dunia.
Struktur Bangunan dan Arsitektur Kompleks Pagoda
Kompleks Silver Pagoda terdiri dari beberapa bangunan tambahan yang masing-masing memiliki fungsi dan sejarahnya sendiri:
-
Stupa Raja-Raja: Di area luar, Anda akan menemukan stupa-stupa megah yang berisi abu jenazah para raja Kamboja, termasuk Raja Norodom dan Raja Ang Duong. Stupa-stupa ini dihiasi dengan ukiran yang sangat rumit, mencerminkan transisi seni dari masa kuno ke masa modern.
-
Dhammasala: Ruang yang digunakan para biksu untuk berdoa dan mempelajari kitab suci.
-
Mondop (Mandapa): Bangunan kecil yang menyimpan jejak kaki Buddha (Preah Bat). Bangunan ini biasanya menjadi tempat peziarah lokal memberikan penghormatan khusus.
-
Patung Raja Norodom: Di tengah halaman, terdapat patung Raja Norodom yang sedang menunggang kuda. Patung perunggu ini merupakan hadiah dari Kaisar Napoleon III dari Prancis, yang mencerminkan pengaruh kolonialisme pada masa itu.
Etika dan Tips Berkunjung ke Silver Pagoda
Karena Silver Pagoda adalah tempat yang sangat suci dan masih digunakan oleh keluarga kerajaan untuk upacara keagamaan, pengunjung wajib mematuhi aturan ketat:
-
Kode Berpakaian (Dress Code): Pengunjung harus berpakaian sopan. Bahu dan lutut harus tertutup (tidak boleh mengenakan kaos oblong, celana pendek, atau rok mini). Jika pakaian Anda dianggap tidak sesuai, Anda harus menyewa sarung di pintu masuk.
-
Melepas Alas Kaki: Sebelum memasuki area dalam pagoda yang berlantaikan perak, Anda wajib melepas sepatu dan topi.
-
Dilarang Mengambil Foto di Dalam: Anda diperbolehkan memotret area luar, stupa, dan taman. Namun, memotret atau merekam video di bagian dalam pagoda (area Buddha emas dan zamrud) sangat dilarang demi menjaga kesakralan.
-
Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari saat gerbang pertama kali dibuka (sekitar pukul 08.00) untuk menghindari panas terik dan kerumunan wisatawan yang terlalu padat.
Makna Silver Pagoda bagi Rakyat Kamboja

Bagi warga lokal, Silver Pagoda lebih dari sekadar objek wisata. Ia adalah simbol ketahanan nasional. Setelah melewati masa-masa kelam perang saudara dan genosida, keberadaan Silver Pagoda yang tetap utuh memberikan semangat bagi rakyat Kamboja untuk membangun kembali identitas mereka.
Pagoda ini menjadi tempat di mana tradisi dipelihara dan di mana hubungan antara monarki dan agama Buddha—dua pilar utama masyarakat Kamboja—diperkuat. Setiap festival keagamaan besar, keluarga kerajaan sering melakukan prosesi di sini, menjadikannya pusat spiritual yang tetap relevan hingga milenium baru.
Lokasi dan Cara Menuju Ke Sana
Silver Pagoda terletak di Jalan Sothearos, Phnom Penh, tepat di dalam area Istana Kerajaan yang menghadap ke pertemuan sungai Mekong dan Tonle Sap.
-
Transportasi: Anda bisa dengan mudah menyewa Tuk-Tuk dari berbagai sudut kota Phnom Penh. Aplikasi transportasi online lokal seperti PassApp atau Grab juga sangat umum digunakan di sini.
-
Tiket Masuk: Tiket masuk biasanya mencakup area kompleks Istana Kerajaan secara keseluruhan. Pastikan Anda menyimpan tiket tersebut karena akan diperiksa saat berpindah dari area istana ke area pagoda.
Kesimpulan
Menjelajahi Silver Pagoda adalah sebuah perjalanan melintasi waktu. Dari lantai perak yang berkilau hingga berlian yang tersemat pada Buddha emas, setiap sudut tempat ini bercerita tentang keagungan budaya Khmer yang tak lekang oleh waktu. Ia menawarkan lebih dari sekadar kemewahan visual; ia menawarkan pemahaman tentang bagaimana sebuah bangsa menghargai warisan leluhurnya di tengah modernitas.
Kunjungan ke Kamboja tidak akan lengkap tanpa singgah di istana lantai perak ini. Keheningan di dalam pagoda dan gemerisik angin di sela-sela stupa akan memberikan kenangan yang mendalam tentang kemegahan spiritual Asia Tenggara.
